Surat Lamaran Kerja

Tips Membuat Surat Lamaran Kerja

Sebelum Anda Menulis
Setiap akan membuat surat lamaran kerja tentunya kita harus membuat persiapkan apa yang akan kita tulis. Berikut kami garisbawahi beberapa hal yang harus anda ingat untuk menulis sebuah surat lamaran kerja.
  • Pikirlah mengenai diri anda dan pengalaman yang anda miliki. Kemudian pikirlah bagaimana menghubungkan antara pengalaman anda dengan kebutuhan perusahaan yang akan anda masuki. Dimana bakat, skill, sifat, kepribadian dan prestasi anda dapat diketahui perusahaan. Galilah daftar potensi diri anda.
  • Bagaimana anda memperoleh informasi lowongan kerja. Jika anda menulis dari personal kontak perusahaan tulislah nama yang memberi anda informasi, jika melalui iklan tulislah dimana dan kapan anda membacanya dan tulislah poin-poin penting yang ingin anda masukkan.
  • Apa yang anda ketahui tentang perusahaan yang akan anda masuki. Apa yang pertama kali membuat anda tertarik? Mungkin memperoleh informasi suasana kerja dari teman yang bekerja disana, atau apa yang telah diraih (prestasi) perusahaan. Carilah informasi dari internet, majalah atau sumber lainnya.
  • Kepada siapa surat tersebut anda tujukan. Akan lebih baik jika anda bisa menuliskan nama personal kontak (jika dimungkinkan dengan gelar), tulislah nama dan gelar dengan benar. Jika anda tidak bisa menuliskan siapa personal kontak, anda dapat menuliskan “kepada Kepala Bagian Personalia” atau “Kepala Bagian Perekrutan Karyawan” dan lainnya. Hindari menulis spsifik gender seperti “Kepada Bapak Personalia” atau “Ibu Personalia” karena belum tentu kepala bagian yang anda tulis surat adalah pria atau wanita.

Format Surat
Orang yang memiliki kesibukan tinggi tidak akan membaca surat panjang dari orang yang tidak dikenal. Karena itu surat lamaran yang anda buat haruslah ringkas (satu halaman)dan format sesuai standart resmi bisnis atau perusahaan. Buatlah margin yang sesuai (minimal 1 inch) dan gunakan kertas putih bersih, font sederhana seperti Arial atau Times New Roman. Jangan menggunakan font unik atau tidak lazim hanya untuk mem-pas-kan format surat dalam satu halaman; ukuran font 10 poin atau 12 poin. Tulislah surat dengan jelas menggunakan warna tinta hitam.

Menulis Surat
  • Paragraph satu : Paragraf pertama adalah yang terpenting karena paragraph tersebut adalah sesuatu yang dibaca pertama kali dibaca oleh penyeleksi, paragraph tersebut harus memberikan kesan yang bagus. Mulailah dengan mengatakan bagaimana anda memperoleh informasi lowongan kerja tersebut – dari teman, dari karyawan perusahaan, majalah, internet dan lain-lain – dan akan lebih jika anda memperoleh informasi dari karyawan perusahaan yang anda tuju. Sebagai contoh jika teman anda merekomendasikan agar anda membuat lamaran kerja pada perusahaan tempat dia bekerja, janganlah anda menulis “Teman saya, Bapak Bambang menginformasikan kepada saya bahwa perusahaan XXX membuka lowongan kerja untuk itu saya menulis surat lamaran kerja ini” kalimat ini tidak memberikan kesan “wow” kepada pembacanya. Mungkin anda bisa menulis misalnya “Saya sangat tertarik ketika teman saya, bapak Bambang memberiyahu saya bahwa perusahaan XXX memerlukan tenaga marketing” tunjukkan kegembiraan dan gairah anda mengenai pekerjaan yang anda lamar kemudian lanjutkan dengan kata-kata yang menunjukkan anda orang yang tepat untuk posisi pekerjaan tersebut.
  • Paragraph dua : disini anda harus menggambarkan kualifikasi anda untuk pekerjaan tersebut – skill, bakat, prestasi dan kepribadian – tetapi jangan berlebihan. Sertakan dua atau tiga hal yang mendukung pekerjaan yang anda lamar, untuk detailnya bisa anda tulis di resume atau CV. Ketika menulis di paragraph ini berfikirlah bagaimana anda dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan dan mengapa skill, bakat dan prestasi anda akan bermanfaat bagi perusahaan.
  • Paragraph tiga : gambarkan mengapa anda merasa cocok dengan perusahaan yang anda lamar – anda merasa tertantang untuk berhasil, mungkin anda menyukai perusahaan tersebut berkembang dengan cepat atau anda memiliki teman yang telah bekerja disana. Biasanya perusahaan akan lebih menyukai kandidat yang telah mengetahui bagaimanakondisi atau cara kerja perusahaan tersebut.
  • Paragraph empat : tunjukkan perhatian untuk resume yang anda sertakan, beri alasan agar mereka membaca resume anda – untuk pengalaman kerja dan prestasi yang saya raih silahkan anda lihat di resume yang saya lampirkan” dan mintalah untuk memperoleh kesempatan interview. Pastikan juga anda member informasi pembaca/perusahaan dapat dengan mudah menghubungi anda.

Penting
  • Periksa dengan cermat. Tidak boleh ada kesalahan! Kesalahan ketik, pengejaan bahasa atau kesalahan tanggal. Bisa saja karena kesalahan atau kelalaian kecil pihak perusahaan mendiskualifikasi anda sebelum membaca resume anda. Anda bisa minta tolong teman untuk mengkoreksi kalimat yang anda tuliskan.
  • Tulis surat kepada orang/bagian yang berkepentingan. Jika perlu anda mencari tahu siapa orang yang memegang peranan penting dalam perekrutan karyawan perusahaan tersebut, jika tidak bisa mengetahui orang yang dituju anda bisa menuliskan Bagian Personalia atau HRD dll.
  • Tampilan/format Surat. Gunakan stationery yang baik, gunakan kertas A4, gunakan printer yang bagus dan kirim surat asli, jangan pernah mengirim fotokopian atau ada coretan.
  • Foto. Jika anda tidak fotogenic, anda boleh saja tidak menyertakan foto karena bisa saja karena kurang tertarik pihak perusahaan kurang semangat memanggil anda untuk interview.
  • Gunakan kalimat yang sederhana dan jelas. Pilihlsh kslimst ysng digunakan dengan teliti. Tanyalah diri anda “adakah cara lain untuk mengatakan dengan lebih jelas? Atau” apakah saya telah menuliskan yang terbaik?”
  • Simpan salinan surat dan resune/CV anda. Anda akan membutuhkannya suatu saat nanti, pastikan anda membawa surat lamaran dan resume anda mengikuti tes wawancara dan pelajari resume anda karena biasanya pertanyaan wawancara banyak ditanyakan berdasarkan resume yang anda tulis.

Kesalahan Yang Sering Terjadi
  • Menulis surat kepada Departemen. Lebih baik jika bisa menujukan surat lamaran anda kepada orang yang memegang peranan dalam proses perekrutan bila perlu lengkap dengan gelar yang dimiliki, kecuali memang dalam info lowongan yang anda peroleh tidak menyebutkan nama kontak khusus.
  • Menggunakan kata “Kepada Bapak Kepala Bagian”. Banyak juga kepala bagian atau pemegang proses perekrutan adalah wanita, akan lebih aman jika anda menuliskan “Kepada Bapak/Ibu Kepala Bagian”
  • Melebih-lebihkan Pengalaman Anda. Jangan mengatakan hal yang berlebihan. Utarakan dengan jujur dan tetap menjual diri anda dengan wajar
  • Lupa memberitahu bagaimana menghubungi anda. Jangan pernah lupa menuliskan no telp atau email anda atau keduanya. Bagaimana pihak perusahaan akan menginterview anda jika mereka tidak bisa menghubungi anda
  • Lupa menanda-tangani surat lamaran atau menyertakan resume

Tidak ada komentar:

Posting Komentar